Wednesday, May 2, 2007

Anak Anggota DPRD Bekasi Disunat Makhluk Halus




Bekasi-Wajdymuna Fillah (4 tahun), anak seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi Munir Abas Bukhori, membuat geger para tetangganya. Pasanya, anak pendiam ini, hari Minggu pagi lalu kedapatan alat kelaminnya dalam keadaan tersunat. Para tetangganya banyak yang menduga anak tersebut telah disunak oleh mahkluk halus sebangsa jin.

Munir Abas sendiri, membenarkan perisitwa itu. Pada hari Minggu pagi, sekitar pukul 09.00, kata Munir, anaknya tersebut diketahui menangis meraung-raung saat kencing di kamar mandi dalam rumahnya. Setelah diperiksa ternyata anaknya itu telah dalam keadaan tersunat.

Kondisi fisik anak yang meskipun belum mengenyam pendidikan sekolah tapi sudah bisa membaca beberapa huruf dan angka itu, diketahui sehat. Namun, karena ujung penisnya terasa ngilu, akibat kulupnya terbuka, seperti dalam keadaan tersunat, maka dia hanya bisa menangis.

Munir Abas sendiri, berusaha untuk menutup kembali kulup penis anaknya. Tapi tidak bisa, karena itu dia hanya bisa pasrah.

Pada malam harinya sekitar pukul 19.30, dia menelpon Muhammad Aris Kuncoro seorang wartawan kenalannya yang belakangan dikenal ‘’mendapat hidayah’’ Tuhan sehingga bisa mengobati berbagai penyakit.

Oleh M. A. Kuncoro, anak itu hanya diusap-usap kepalanya, dan juga juga dielus-elus perut dekat penisnya, sambil didoakan agar bisa cepat pulih kembali. Karena kejadian itu dianggap tidak wajar.

Kepada Munir Abas, M. A. Kuncoro yang kini dikenal memiliki ‘’kelebihan’’ supranarutal mengemukakan bahwa atas seijin Allah, penis anaknya itu akan pulih kembali pada hari Senin pagi.

Ternyata, tepat pukul 10.00 pagi, pada hari Senin kemarin ((30/4), penis anak Munir Abas yang sempat tersunat makhluk halus itu telah pulih seperti sedia kala.

Menurut M. A. Kuncoro, Wajdymuna memang telah disunat oleh jin yang ada di sekitar rumah Munir Abas. ‘’Itu memang pekerjaan jin yang iseng. Tapi, berkat bantuan Allah, penis anak itu kembali normal. Kalau dibiarkan saja, anak itu bisa menderita, karena memang kondisi tersunatnya tidak normal,’’ujar Kuncoro yang punya kemampuan melakukan penyembuhan berbagai penyakit secara supranatural, seperti asam urat, darah tinggi, dan berbagai penyakit lainnya.

Program Lisdes Bekasi Baru Menjangkau 15 % Warga Desa Miskin

Oleh:Aris/Edhie Soemarno

Bekasi-Kasie Energi Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan dan Pertambangan (DPDLP) Pemkab Bekasi Drs Adi Purwanto MM mengemukakan, hingga kini masih banyak masyarakat miskin pedesaan di Kabupaten Bekasi yang masih belum terjamah program listrik pedesaan (lisdes).

Sesuai data yang berhasil dikumpulkan pihak DPDLP pada tahun 2007 ini, masih sekitar 20.906 KK keluarga miskin (prasejahtera I) di pedesaan yang belum bisa menikmati listrik. Dari jumlah itu, baru sekitar 15 persen atau sekitar 3.141 KK yang terjaring dalam program lisdes pada tahun 2007 ini.

Menurut Adi Purwanto, kemarin, program lisdes ini di Kabupaten Bekasi dimulai pada tahun 2004, dengan dana awal Rp 56 juta untuk satu desa.

‘’Pada tahun 2007 ini, program lisdes diperuntukkan bagi 22 desa di enam kecamatan, dengan anggaran Rp3,1 milyar,’’ujar ujar kasie yang membidangi masalah listrik dan migas sambil menambahkan bahwa lamanya pemasangan listrik pedesaan ini rata-rata dua minggu untuk satu desa.

Ditambahkan pula bahwa dalam program lisdes ini untuk setiap rumah atau KK mendapat anggaran Rp 1.002.000, sehingga dengan anggaran Rp3,1 Milyar berarti sekitar 3.141 KK yang bisa dipasangi progam listrik gratis ini. ‘’Memang masih sedikit yang bisa terjangkau program lisdes ini. Sebab, anggarannya memang masih sedikit. Oleh sebab itu, saya berharap agar anggaran untuk program lisdes ini bisa makin meningkat di tahun-tahun mendatang,’’ujar Adi.

Dalam melaksanakan program ini, ujar Adi lagi, Pemkab dalam hal ini Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan dan Pertambangan bekerjasama dengan PLN Areal Pelayanan Jaringan (APJ) II Kabupaten Bekasi dan PLN Distribusi Provinsi Jawa Barat serta rekanan (pemborong).

Mengenai anggaran dalam melaksanakan program lisdes ini, menurut Adi, dananya berasal dari APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten.

Friday, February 9, 2007

Usulan Perluasan Pasar Induk Cibitung Dibahas Pansus DPRD

Bekasi-Usulan pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi mengenai perluasan Pasar Induk Cibitung, kini tengah mulai digodok oleh Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD Kabupaten Bekasi.

Namun, di kalangan DPRD sendiri kini timbul pro dan kontra terhadap usulan tersebut. Pihak yang pro atau setuju terhadap rencana Pemkab tersebut beralasan bahwa Pasar Induk Cibitung memang sudah saatnya diperluas, mengingat pasar yang ada sekarang sudah terasa sempit, karena pasar tersebut memang makin berkembang.

Ini sejalan dengan alasan Pj Bupati Bekasi Tenny Wishramwan beberapa waktu lalu saat mengajukan secara resmi usulan untuk perluasan Pasar Induk Cibitung kepada DPRD Kabupaten Bekasi.

Menurut Tenny, dengan dilaksanakannya perluasan pasar, diharapkan aktivitas pedagang akan terus meningkat. Hal ini, nantinya akan menambah pendapatan asli daerah melalui retribusi pasar

Perluasan yang dilakukan yaitu ke arah belakang pasar, dengan melakukan pembebasan lahan seluas 2,5 ha. Upaya perluasan itu dilakukan bekerjasama dengan pengembang swasta.

Namun begitu, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, H. Munir Abas, masih kukuh menyatakan kurang sreg dengan rencana itu. Dia malah mengingatkan agar para anggota Pansus jangan mudah tergiur dengan upaya pendekatan pihak pengembang pasar tersebut, yang mungkin akan kasak kusuk ke kalangan anggota Pansus DPRD untuk menggolkan rencana perluasan pasar tersebut.

Dalam perluasan pasar tersebut, seperti yang pernah dijelaskan Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Bekasi Dadang Mulyadi, pihak Pemkab memang bekerja sama dengan pengembang swasta yang saat ini sudah melakukan pendataan pemilikan tanah untuk dilakukan pembebasan.

Perluasan pasar tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, katanya, namun baru saat ini dapat dilakukan setelah bekerja sama dengan pihak ketiga.

Menurut Munir, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, tempat pasar itu berada, kini sudah jadi kota. Kalau dilakukan perluasan nanti menambah kemacetan kawasan itu.

‘’Dalam kondisi yang sekarang saja, kemacetan sering terjadi di kawasan tersebut,’’ujar anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar itu.

Tak hanya itu. Munir juga menyebut, lokasi pasar induk itu telalu dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. Sehingga dikhawatirkan, bau yang menyengat dari pasar induk nanti mengganggu para pasien RSUD.

Munir malah berpendapat sebaiknya pasar induk bisa dipindah di daerah utara. Yakni di sekitar Kecamatan Tambelang. ‘’Diharapkan daerah tersebut akan hidup. Selain itu, arus transportasi juga gampang, karena tidak terlalu padat,’’tambah Munir sambil menambahkan bahwa di pasar induk itu sebaiknya dibangun saja pasar modern seperti mal, yang dibangun bertingkat dengan tempat parker khusus, sehingga tidak mengganggu para pengguna jalan yang melewati jalan di depan pasar. Selama ini, banyak mobil para konsumen maupun penjual di pasar tersebut yang parkir sembarang, sampai ke depan pasar, karena tempat parkir di dalam wilayah pasar memang sempit.

Pasar Induk Cibitung ini seperti diketahui merupakan pasar sentral sayur-mayur dan buah-buahan yang sebagian besar pasokan bahan berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur termasuk dari Sumatera untuk keperluan masyarakat di Bekasi termasuk Jakarta.

Ulama dan Kyai Diimbau Shalat Istiharoh


Bekasi-Masyarakat Kabupaten Bekasi sekarang ini banyak yang bertanya-tanya kepada sejumlah ulama dan kyai berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada bulan Maret mendatang. Sebab enam pasang calon bupati-wakil bupati yang akan berkompetisi dalam Pillkada dinilai masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sehingga banyak anggota masyarakat yang mengaku agak bingung menentukan pilihan.

‘’Mengingat hal itu, kami mengimbau agar para ulama dan kyai di Kabupaten Bekasi melakukan shalat istiharoh, sehingga para ulama dan kyai mendapat petunjuk dari Allah, mana dari enam pasang calon bupati-wakil bupati itu, yang layak dipilih oleh oleh rakyat Bekasi,’’ujar Sekjen Forum Silaturahim Alim Ulama dan Kiai Ceger (FSAUKC) H.M. Al Kamal kemarin.

Menurut H.M. Al Kamal, sejak Kabupaten Bekasi berdiri, pada tahun 1950, baru ini ini digelar Pilkada secara langsung oleh rakyat. Oleh karena itu, menghadapi berbagai pertanyaan dari anggota masyarakat yang sering mempertanyakan calon bupati-wakil yang pantas dipilih, ulama dan kyai agar menjawab sesuai petunjuk Allah.

Ulama dan kyai sebaiknya tidak asal menjawab atau mengarahkan masyarakat untuk memilih calon bupati-wakil bupati tertentu hanya berdasarkan ‘’pesanan’’ pihak tertentu, tanpa melakukan shalat istiharoh.

‘’Dalam sholat istiharoh, saya yakin Allah akan memberikan petunjuk, calon bupati-wakil bupati yang pantas memimpin Bekasi dan bias mensejahterakan masyarakat Bekasi dalam arti yang seluas-luasnya, ‘’ujarnya sambil menambahkan, setidaknya diharapkan dengan shalat istiharoh itu, dari enam pasang calon bupati-wakil bupati, akan mengerucut tiga pasang nama.

Dia juga mengingatkan, sejumlah calon bupati-wakil bupati, tampaknya ada indikasi akan menggunakan segala cara untuk memenangkan kompetisi dalam Pilkada, di antaranya dengan mengadu domba antaranggota masyarakat. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat jangan mau diadu domba oleh para calon bupati-wakil bupati atau tim suksesnya.

FSAUKC yang didirikan tanggal 28 Mei 2005 adalah sebagai wadah untuk mengumpulkan keturunan-keturunan dan alumni pesantren K.H. Nawawi Djahari, Ceger, Cibitung yang tersebar di sejumlah pelosok di Kabupaten Bekasi dan luar Bekasi.